Program Studi Bisnis Digital FEB UMS Jalani Asesmen Lapangan Bersama Prof. Fitri dari Universitas Airlangga

Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan sebagai salah satu tahapan penting dalam proses akreditasi program studi. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Fitri dari Universitas Airlangga sebagai asesor yang melakukan verifikasi, klarifikasi, dan konfirmasi terhadap berbagai data serta bukti penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Bisnis Digital FEB UMS.

Asesmen Lapangan merupakan bagian penting dalam proses penjaminan mutu eksternal untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang telah disampaikan dengan kondisi nyata pelaksanaan pendidikan di program studi. Melalui kegiatan ini, asesor tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen, tetapi juga menggali lebih dalam mengenai tata kelola, proses akademik, sumber daya manusia, kurikulum, mahasiswa, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, sarana dan prasarana, serta berbagai program pengembangan yang telah dilaksanakan.

Kegiatan Asesmen Lapangan diikuti oleh pimpinan universitas, pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, pengelola Program Studi Bisnis Digital, tim akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, serta mitra kerja sama. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa proses peningkatan mutu Program Studi Bisnis Digital dilaksanakan secara kolaboratif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyambutan asesor oleh pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam sambutannya, pimpinan fakultas menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Prof. Fitri dari Universitas Airlangga yang telah berkenan hadir untuk melaksanakan proses asesmen secara langsung.

Pimpinan fakultas juga menegaskan bahwa proses akreditasi dipandang sebagai bagian dari upaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Asesmen Lapangan bukan hanya diarahkan untuk memperoleh hasil akreditasi yang baik, tetapi juga menjadi sarana untuk mendapatkan masukan objektif bagi pengembangan Program Studi Bisnis Digital pada masa mendatang.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil Unit Pengelola Program Studi dan Program Studi Bisnis Digital. Pemaparan tersebut mencakup sejarah dan perkembangan program studi, visi keilmuan, misi, tujuan, strategi, struktur organisasi, sistem tata kelola, sumber daya manusia, kurikulum, proses pembelajaran, kegiatan kemahasiswaan, kerja sama, serta rencana pengembangan program studi.

Program Studi Bisnis Digital FEB UMS menjelaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan yang mengintegrasikan bidang bisnis, teknologi informasi, kewirausahaan, analisis data, dan transformasi digital. Integrasi tersebut menjadi karakter utama program studi dalam menyiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha, dunia industri, pemerintahan, organisasi masyarakat, dan ekosistem ekonomi digital.

Dalam proses asesmen, Prof. Fitri melakukan klarifikasi terhadap berbagai aspek yang telah disampaikan dalam dokumen akreditasi. Klarifikasi tersebut meliputi mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan, dan strategi; keterlibatan pemangku kepentingan; pelaksanaan tata kelola; sistem penjaminan mutu; pengembangan dosen; implementasi kurikulum; evaluasi pembelajaran; serta ketercapaian berbagai indikator kinerja program studi.

Asesor juga menggali keterkaitan antara visi keilmuan Program Studi Bisnis Digital dengan kebutuhan perkembangan bisnis dan teknologi. Program studi menjelaskan bahwa kurikulum dirancang agar mahasiswa memiliki pemahaman bisnis yang kuat sekaligus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pengambilan keputusan, inovasi, pemasaran, pengelolaan data, dan pengembangan usaha.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam Asesmen Lapangan adalah implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education. Program studi menjelaskan keterkaitan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, mata kuliah, capaian pembelajaran mata kuliah, metode pembelajaran, dan sistem penilaian.

Setiap mata kuliah dirancang untuk memberikan kontribusi terhadap ketercapaian kompetensi lulusan. Kompetensi tersebut tidak hanya mencakup penguasaan pengetahuan, tetapi juga keterampilan teknis, kemampuan analisis, komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, kreativitas, serta sikap profesional dan berintegritas.

Dalam bidang teknologi, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital mendapatkan pembelajaran yang berkaitan dengan pemrograman web, basis data, analisis data, kecerdasan artifisial dalam bisnis, business intelligence, cloud computing, sistem informasi bisnis, pemasaran digital, dan berbagai bentuk penerapan teknologi dalam dunia usaha.

Sementara itu, dalam bidang bisnis dan manajemen, mahasiswa memperoleh pembelajaran mengenai kewirausahaan, manajemen bisnis, pemasaran, keuangan, perilaku konsumen, inovasi bisnis, strategi digital, dan pengembangan model bisnis berbasis teknologi. Perpaduan tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang dapat menjadi penghubung antara kebutuhan bisnis dan penerapan teknologi.

Asesor juga melakukan konfirmasi mengenai pelaksanaan proses pembelajaran. Dosen menjelaskan penggunaan berbagai metode pembelajaran, seperti ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, praktik laboratorium, tugas berbasis proyek, presentasi, kolaborasi kelompok, serta pemecahan masalah nyata yang dihadapi oleh dunia bisnis.

Pembelajaran berbasis proyek menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada mahasiswa. Melalui proyek, mahasiswa dilatih untuk merancang solusi, mengelola data, mengembangkan aplikasi sederhana, membuat strategi pemasaran digital, menyusun analisis bisnis, dan menyampaikan hasil pekerjaannya secara profesional.

Pada sesi bersama dosen, asesor menggali informasi mengenai keterlibatan dosen dalam pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan penunjang, serta pengembangan program studi. Para dosen menjelaskan berbagai kegiatan yang telah dilakukan, termasuk penyusunan bahan ajar, pengembangan metode pembelajaran, publikasi ilmiah, perolehan hibah, pendampingan mahasiswa, serta kolaborasi dengan mitra.

Asesor turut menanyakan strategi program studi dalam meningkatkan kompetensi dosen. Program Studi Bisnis Digital menjelaskan bahwa dosen didorong untuk mengikuti pelatihan, sertifikasi, seminar, lokakarya, penelitian, kegiatan pengabdian, serta berbagai forum ilmiah yang relevan dengan bidang bisnis digital.

Peningkatan kompetensi dosen menjadi bagian penting karena perkembangan teknologi dan dunia bisnis berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, pembaruan pengetahuan dan keterampilan dosen diperlukan agar materi pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan dunia kerja.

Selain dosen, tenaga kependidikan juga mengikuti sesi klarifikasi. Dalam sesi tersebut, asesor memperoleh penjelasan mengenai layanan administrasi akademik, pengelolaan data mahasiswa, pelayanan surat-menyurat, pengelolaan jadwal, dukungan pembelajaran, pelayanan sarana dan prasarana, serta pemanfaatan sistem informasi akademik.

Tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pendidikan. Pelayanan yang cepat, akurat, transparan, dan responsif menjadi salah satu unsur yang terus ditingkatkan untuk memberikan pengalaman layanan yang baik kepada mahasiswa dan dosen.

Pada sesi bersama mahasiswa, Prof. Fitri menggali pengalaman mahasiswa selama mengikuti proses pendidikan di Program Studi Bisnis Digital. Mahasiswa menyampaikan pengalaman mereka dalam mengikuti pembelajaran, praktikum, bimbingan akademik, kegiatan organisasi, pelatihan, kegiatan kewirausahaan, serta penggunaan fasilitas kampus.

Mahasiswa juga menjelaskan bentuk dukungan yang diberikan program studi, seperti pendampingan oleh dosen pembimbing akademik, informasi kegiatan akademik, kesempatan mengikuti kompetisi, pelibatan dalam penelitian dan pengabdian, serta akses terhadap berbagai fasilitas pembelajaran.

Sesi bersama mahasiswa menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa kebijakan dan program yang disampaikan oleh pengelola benar-benar dirasakan oleh mahasiswa. Informasi dari mahasiswa memberikan gambaran langsung mengenai kualitas pembelajaran, layanan akademik, komunikasi dengan dosen, dan suasana akademik di lingkungan program studi.

Selain mahasiswa, alumni juga dilibatkan dalam proses Asesmen Lapangan. Alumni memberikan penjelasan mengenai pengalaman selama menempuh pendidikan, relevansi kompetensi yang diperoleh, layanan program studi, serta manfaat pembelajaran dalam mendukung studi lanjut, pekerjaan, maupun kegiatan kewirausahaan.

Masukan alumni menjadi salah satu sumber evaluasi bagi program studi. Melalui pelacakan alumni dan komunikasi berkelanjutan, program studi dapat mengetahui keterpakaian kompetensi lulusan serta memperoleh masukan untuk penyempurnaan kurikulum dan kegiatan pembelajaran.

Pada sesi bersama pengguna lulusan dan mitra, asesor menggali persepsi mengenai kompetensi, sikap, kemampuan komunikasi, dan kesiapan kerja lulusan atau mahasiswa Program Studi Bisnis Digital. Pengguna dan mitra juga memberikan masukan mengenai kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja, seperti analisis data, pemasaran digital, pengelolaan proyek, komunikasi, adaptasi teknologi, kreativitas, dan kemampuan bekerja dalam tim.

Keterlibatan pengguna lulusan dan mitra menjadi bukti bahwa pengembangan Program Studi Bisnis Digital tidak dilakukan secara tertutup. Program studi terus berupaya menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak agar proses pembelajaran memiliki hubungan yang kuat dengan kebutuhan dunia nyata.

Asesmen Lapangan juga membahas kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen Program Studi Bisnis Digital menyampaikan berbagai penelitian yang berkaitan dengan teknologi informasi, transformasi digital, bisnis digital, kecerdasan artifisial, business intelligence, sistem informasi, pemasaran digital, pemberdayaan UMKM, dan inovasi kewirausahaan.

Hasil penelitian diharapkan tidak hanya dipublikasikan dalam jurnal atau forum ilmiah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran dan dasar pengembangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, terdapat keterkaitan antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kegiatan pengabdian, dosen dan mahasiswa terlibat dalam pelatihan, pendampingan, digitalisasi usaha, pemanfaatan teknologi, pengelolaan data, pemasaran digital, serta peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku UMKM. Kegiatan tersebut menjadi bentuk implementasi keilmuan Program Studi Bisnis Digital untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Prof. Fitri juga melakukan verifikasi terhadap dokumen dan bukti pendukung yang telah dipersiapkan oleh tim akreditasi. Dokumen tersebut meliputi kebijakan, pedoman, laporan kegiatan, kurikulum, Rencana Pembelajaran Semester, hasil evaluasi, laporan penelitian, dokumen pengabdian, bukti kerja sama, prestasi mahasiswa, survei kepuasan, dan berbagai data pendukung lainnya.

Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan konsistensi antara narasi dalam dokumen dengan bukti pelaksanaan. Tim Program Studi Bisnis Digital memberikan penjelasan dan menunjukkan dokumen yang diperlukan selama proses asesmen berlangsung.

Selain verifikasi dokumen, asesor melakukan peninjauan sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung proses akademik. Peninjauan meliputi ruang kelas, laboratorium komputer, ruang dosen, ruang pelayanan akademik, perpustakaan, ruang diskusi, fasilitas teknologi informasi, serta sarana pendukung kegiatan mahasiswa.

Laboratorium komputer menjadi salah satu fasilitas penting bagi Program Studi Bisnis Digital. Fasilitas tersebut digunakan untuk menunjang praktikum pemrograman, pengelolaan basis data, analisis data, pengembangan aplikasi, desain sistem, dan pembelajaran teknologi lainnya.

Program studi juga menjelaskan pemanfaatan sistem informasi dan teknologi digital dalam mendukung proses pendidikan. Pemanfaatan tersebut mencakup layanan akademik, penyampaian materi, pengumpulan tugas, komunikasi pembelajaran, pengelolaan data, serta dokumentasi kegiatan.

Dalam proses asesmen, Program Studi Bisnis Digital turut menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, amanah, profesionalisme, kepedulian sosial, dan etika menjadi bagian dari proses pendidikan dan pendampingan mahasiswa.

Integrasi nilai-nilai tersebut dipandang penting dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Mahasiswa tidak hanya perlu memiliki kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga harus memahami tanggung jawab etis dalam pengelolaan data, penggunaan kecerdasan artifisial, komunikasi digital, perlindungan privasi, dan pengembangan bisnis.

Program Studi Bisnis Digital FEB UMS berkomitmen menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan digital, kemampuan bisnis, dan karakter yang kuat. Lulusan diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Pelaksanaan Asesmen Lapangan berlangsung dengan tertib, terbuka, dan penuh semangat. Seluruh peserta berupaya memberikan informasi yang objektif sesuai dengan kondisi nyata di Program Studi Bisnis Digital. Pertanyaan dan masukan dari asesor menjadi bahan penting dalam mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan.

Pada akhir kegiatan, asesor menyampaikan sejumlah catatan dan masukan untuk pengembangan program studi. Masukan tersebut diterima secara positif sebagai bagian dari proses peningkatan mutu berkelanjutan.

Program Studi Bisnis Digital FEB UMS menyadari bahwa pengembangan mutu tidak berhenti setelah proses akreditasi selesai. Evaluasi, perbaikan, dan inovasi harus terus dilakukan agar program studi mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan harapan masyarakat.

Ketua Program Studi Bisnis Digital menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Asesmen Lapangan. Dukungan tersebut datang dari pimpinan universitas, pimpinan fakultas, tim akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, mitra, serta seluruh sivitas akademika.

Kerja sama seluruh unsur menjadi kekuatan utama dalam mempersiapkan dan melaksanakan proses akreditasi. Setiap pihak memiliki peran dalam memberikan data, menyiapkan bukti, mengikuti wawancara, mendukung layanan, dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Prof. Fitri dari Universitas Airlangga yang telah melaksanakan asesmen, memberikan klarifikasi, serta menyampaikan masukan bagi pengembangan Program Studi Bisnis Digital FEB UMS.

Kehadiran asesor memberikan kesempatan bagi program studi untuk melihat penyelenggaraan pendidikan dari perspektif eksternal. Proses tersebut sangat penting untuk mengidentifikasi kekuatan yang perlu dipertahankan serta aspek yang masih dapat ditingkatkan.

Melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan ini, Program Studi Bisnis Digital FEB UMS semakin terdorong untuk memperkuat budaya mutu, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas kerja sama, meningkatkan produktivitas penelitian dan pengabdian, serta memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa.

Program studi juga akan terus mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan era digital. Pengembangan tersebut dilakukan melalui pembaruan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, penguatan fasilitas pembelajaran, pelibatan praktisi, pembelajaran berbasis proyek, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Asesmen Lapangan menjadi momentum penting bagi Program Studi Bisnis Digital untuk melakukan refleksi secara menyeluruh. Berbagai data, capaian, program, dan masukan yang diperoleh selama proses asesmen akan digunakan sebagai dasar dalam menyusun langkah pengembangan berikutnya.

Dengan dukungan seluruh sivitas akademika dan pemangku kepentingan, Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta optimistis dapat terus tumbuh menjadi program studi yang unggul, inovatif, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan bisnis serta ekonomi digital di Indonesia.

Scroll to Top