Program Studi Bisnis Digital FEB UMS Gelar Gladi Bersih sebagai Persiapan Menghadapi Asesmen Lapangan

Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan gladi bersih sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asesmen Lapangan akreditasi. Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh unsur program studi memiliki kesiapan yang optimal dalam menyampaikan informasi, menunjukkan bukti pendukung, serta menjelaskan berbagai proses akademik dan nonakademik kepada tim asesor.

Gladi bersih dilaksanakan dengan melibatkan pimpinan fakultas, pengelola program studi, tim akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta perwakilan mitra pengguna lulusan dan mitra kerja sama. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diperlukan karena asesmen lapangan tidak hanya menilai kelengkapan dokumen, tetapi juga melihat kesesuaian antara informasi yang tertulis dalam dokumen akreditasi dengan pelaksanaan nyata di lingkungan Program Studi Bisnis Digital.

Kegiatan gladi bersih diawali dengan pengarahan mengenai teknis pelaksanaan asesmen lapangan, pembagian tugas, penentuan penanggung jawab setiap sesi, serta penyamaan pemahaman terhadap materi yang akan disampaikan kepada asesor. Tim juga melakukan simulasi pembukaan asesmen, pemaparan profil Unit Pengelola Program Studi dan Program Studi Bisnis Digital, sesi konfirmasi data, wawancara dengan pemangku kepentingan, peninjauan sarana dan prasarana, hingga simulasi sesi penutupan.

Dalam simulasi tersebut, pengelola Program Studi Bisnis Digital memaparkan perkembangan program studi, mulai dari visi, misi, tujuan, strategi, kurikulum, proses pembelajaran, sumber daya manusia, kegiatan kemahasiswaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, tata kelola, hingga berbagai program pengembangan yang telah dan sedang dilaksanakan.

Salah satu perhatian utama dalam gladi bersih adalah memastikan keterkaitan antara visi keilmuan Program Studi Bisnis Digital dengan kurikulum dan proses pembelajaran. Kurikulum Program Studi Bisnis Digital dirancang untuk memadukan ilmu bisnis, teknologi informasi, analisis data, kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengambilan keputusan bisnis.

Melalui proses pembelajaran tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep-konsep bisnis, tetapi juga dibekali kemampuan teknis dan analitis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kompetensi tersebut dikembangkan melalui mata kuliah yang berkaitan dengan pemrograman web, basis data, kecerdasan artifisial dalam bisnis, business intelligence, cloud computing, digital marketing, analisis bisnis, kewirausahaan digital, dan berbagai bidang pendukung lainnya.

Pada sesi simulasi pemaparan, tim akreditasi juga menekankan pentingnya penerapan pendekatan Outcome-Based Education atau OBE. Pendekatan ini menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai dasar dalam penyusunan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, penyusunan metode penilaian, serta evaluasi ketercapaian kompetensi mahasiswa.

Setiap dosen diharapkan mampu menjelaskan hubungan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, capaian pembelajaran mata kuliah, subcapaian pembelajaran, metode pembelajaran, serta bentuk asesmen yang digunakan. Dengan demikian, proses pembelajaran di Program Studi Bisnis Digital dapat menunjukkan arah yang jelas dan terukur dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, inovatif, dan berintegritas.

Gladi bersih juga digunakan untuk meninjau kesiapan dokumen dan bukti pendukung akreditasi. Tim melakukan pemeriksaan kembali terhadap dokumen kebijakan, laporan kegiatan, kurikulum, Rencana Pembelajaran Semester, hasil evaluasi pembelajaran, penelitian dosen, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, rekam jejak kerja sama, prestasi mahasiswa, kegiatan organisasi mahasiswa, survei kepuasan pemangku kepentingan, serta berbagai bukti pelaksanaan program kerja.

Seluruh bukti pendukung diperiksa agar mudah diakses dan dapat ditampilkan secara cepat ketika dibutuhkan oleh asesor. Tim juga memastikan bahwa tautan dokumen, data pendukung, laporan, dokumentasi kegiatan, dan bukti pada website dapat dibuka dengan baik. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kendala teknis serta memastikan proses verifikasi data dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Selain dokumen, kesiapan peserta wawancara menjadi bagian penting dalam pelaksanaan gladi bersih. Para dosen mendapatkan penguatan terkait proses penyusunan kurikulum, implementasi pembelajaran berbasis capaian, pelaksanaan penelitian dan pengabdian, keterlibatan dalam pengelolaan program studi, serta berbagai bentuk kontribusi dalam pengembangan akademik dan institusi.

Tenaga kependidikan juga mempersiapkan penjelasan mengenai pelayanan administrasi akademik, pengelolaan data mahasiswa, layanan kemahasiswaan, pemanfaatan sistem informasi, serta dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan program studi. Mahasiswa dipersiapkan untuk menyampaikan pengalaman mereka selama mengikuti proses pembelajaran, memperoleh layanan akademik, mengikuti kegiatan organisasi, mendapatkan bimbingan akademik, menggunakan fasilitas kampus, serta mengikuti program pengembangan kompetensi.

Sementara itu, alumni dan pengguna lulusan dipersiapkan untuk memberikan gambaran mengenai relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Masukan dari alumni dan pengguna lulusan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pengembangan kurikulum Program Studi Bisnis Digital. Informasi tersebut digunakan untuk memastikan bahwa kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa tetap relevan dengan perkembangan teknologi, industri digital, serta kebutuhan masyarakat.

Kegiatan gladi bersih turut meninjau kesiapan sarana dan prasarana yang mendukung proses pendidikan. Tim melakukan pengecekan ruang kelas, laboratorium komputer, ruang dosen, ruang pelayanan akademik, perpustakaan, ruang diskusi, fasilitas pembelajaran digital, jaringan internet, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Sarana dan prasarana tersebut tidak hanya dipersiapkan secara fisik, tetapi juga dipastikan penggunaannya benar-benar mendukung pembelajaran mahasiswa. Laboratorium komputer, misalnya, digunakan untuk menunjang kegiatan praktikum, pengolahan data, pemrograman, pengembangan aplikasi, analisis bisnis, dan pembelajaran berbasis teknologi.

Selain kesiapan akademik, Program Studi Bisnis Digital FEB UMS juga menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan dalam pelaksanaan pendidikan. Nilai kejujuran, tanggung jawab, profesionalisme, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan etika menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembentukan karakter mahasiswa.

Integrasi nilai-nilai tersebut diterapkan dalam proses pembelajaran, pendampingan mahasiswa, kegiatan organisasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai aktivitas akademik lainnya. Program Studi Bisnis Digital berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi bisnis dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas serta tanggung jawab moral dalam memanfaatkan teknologi digital.

Ketua Program Studi Bisnis Digital menegaskan bahwa gladi bersih bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang asesmen lapangan. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi bersama untuk melihat kesiapan program studi secara menyeluruh, mengidentifikasi kekurangan, memperbaiki koordinasi, dan menyempurnakan penyampaian informasi kepada asesor.

Melalui simulasi tersebut, setiap peserta dapat memahami peran dan tanggung jawabnya. Tim juga dapat mengidentifikasi hal-hal yang masih memerlukan perbaikan, baik terkait penyampaian data, konsistensi jawaban, kesiapan dokumen, maupun penguasaan informasi mengenai program studi.

Persiapan asesmen lapangan dilakukan dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi. Seluruh unsur di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS memberikan dukungan terhadap proses persiapan akreditasi Program Studi Bisnis Digital. Koordinasi dilakukan secara intensif agar setiap aspek penilaian dapat dipersiapkan secara maksimal.

Akreditasi menjadi salah satu bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Namun demikian, proses persiapan akreditasi tidak hanya diarahkan untuk memperoleh hasil penilaian yang baik. Lebih dari itu, proses ini menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan pendidikan, mengevaluasi capaian program, memperkuat budaya mutu, dan merancang langkah pengembangan program studi pada masa mendatang.

Program Studi Bisnis Digital FEB UMS terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyempurnaan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, pengembangan penelitian, peningkatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta penyediaan fasilitas pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Pengembangan program studi juga diarahkan pada peningkatan pengalaman belajar mahasiswa. Mahasiswa didorong untuk mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, praktik teknologi digital, sertifikasi kompetensi, kegiatan kewirausahaan, penelitian bersama dosen, pengabdian kepada masyarakat, magang, serta berbagai kegiatan akademik dan nonakademik lainnya.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kerja sama, kreativitas, literasi data, serta kemampuan menggunakan teknologi untuk mendukung proses bisnis. Kompetensi tersebut menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia yang mampu menghubungkan pemahaman bisnis dengan pemanfaatan teknologi digital.

Dalam gladi bersih, tim juga mengevaluasi berbagai program kerja sama yang telah dilakukan bersama mitra. Kerja sama menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas pengalaman belajar mahasiswa, meningkatkan relevansi kurikulum, mendukung penelitian dan pengabdian, serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja.

Masukan dari mitra digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap kompetensi mahasiswa dan lulusan. Program Studi Bisnis Digital berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, institusi, dan masyarakat.

Pelaksanaan gladi bersih berlangsung secara serius, tertib, dan penuh semangat. Setiap sesi simulasi diikuti dengan evaluasi dan pemberian masukan. Tim memberikan catatan terhadap materi yang perlu diperjelas, data yang perlu dilengkapi, serta aspek teknis yang masih harus diperbaiki sebelum asesmen lapangan dilaksanakan.

Melalui gladi bersih ini, Program Studi Bisnis Digital FEB UMS diharapkan semakin siap menghadapi asesmen lapangan. Seluruh sivitas akademika berkomitmen untuk memberikan informasi secara jujur, terbuka, konsisten, dan sesuai dengan kondisi nyata yang telah dilaksanakan oleh program studi.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa persiapan akreditasi merupakan tanggung jawab bersama. Keberhasilan Program Studi Bisnis Digital tidak hanya ditentukan oleh pengelola program studi atau tim akreditasi, tetapi juga oleh kontribusi pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, dan seluruh mitra yang selama ini mendukung penyelenggaraan pendidikan.

Dengan persiapan yang matang, koordinasi yang kuat, dan dukungan seluruh pihak, Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta optimistis dapat mengikuti asesmen lapangan dengan baik. Hasil dari proses akreditasi diharapkan semakin memperkuat komitmen program studi dalam menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, relevan dengan kebutuhan zaman, berorientasi pada perkembangan teknologi digital, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.

Gladi bersih menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa seluruh capaian, proses, program, dan inovasi Program Studi Bisnis Digital dapat disampaikan secara utuh kepada asesor. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam mewujudkan Program Studi Bisnis Digital yang unggul, inovatif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia usaha, serta perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Scroll to Top